Question Answer ๐
ุงููุณุทูุฉ ูุงูุงุนุชุฏุงู
WAJIBKAH SEORANG ISTRI IJIN SUAMI BILA HENDAK KELUAR ❓๐
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
PERTANYAAN :
ุงูุณَّูุงَู
ُ ุนََُْูููู
ْ َูุฑَุญْู
َุฉُ ุงِููู َูุจَุฑََูุงุชُُู
Bismillah...
Ustadz apakah seorang istri keluar rumah dalam keadaan apapun wajib minta ijin kepada suaminya? contohnya takziah tetangga atau menengok tetangga yang sedang sakit. Bagaimana hukumnya Ustad?
Jazaakallahu khayran
➖➖➖➖➖➖➖
JAWABAN :
ูุนูููู
ุงูุณูุงู
ูุฑุญู
ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
Secara asal seorang isteri wajib meminta izin kepada suaminya apabila ia hendak keluar. Ibunda Aisyah saat ayahanda beliau sakit, beliau tetap meminta izin kepada Rasulullah :
ุฃَุชَุฃْุฐَُู ِูู ุฃَْู ุขุชَِู ุฃَุจَََّูู
"Apakah anda mengizikanku untuk mengunjungi ayahku?"
๐ผ Karena itu para ulama menjelaskan bahwa haram hukumnya wanita keluar rumah tanpa izin suaminya apabila tidak ada hajat atau tidak dalam kondisi mendesak.
๐ผ Selain itu, meminta izin itu tidak harus setiap kali, misal isteri mau belanja ke pasar atau mengantar anak sekolah, maka selalu izin... tidak demikian, Jika itu aktivitas yang sudah dimaklumi dan berulang, maka izin cukup sekali saja.
Demikian pula jika itu berkunjung ke rumah tetangga yang dekat, dan diduga kuat suami mengizinkan, maka tidak mengapa. Termasuk juga mengikuti kajian muslimah di masjid dekat rumah, maka cukup sekali saja meminta izin. Tapi jika masjidnya jauh atau berpindah-pindah, maka hendaknya ia izin kepada suaminya.
Wallahu a'lam
✍@abinyasalma
•═════◎◎۩❁۩◎◎═════•
*Broadcasted* by Islam itu Indah
- web : http://islamituindah.id
- Instagram: @islamituindah.id
- Line: https://line.me/R/ti/p/%40zqi4170x
- Telegram channel: @islamindah.
AKU TIDAK PERDULI DENGAN KEADAAN SUSAH ATAUPUN SENANGKU., KARNA AKU TIDAK TAU MANA YANG BAIK BAGIKU DIANTARA KEDUANYA. ( UMAR BIN-KHATAB. R.A )
Oct 28, 2018
Istri harus izin terlebih dahulu pada suami ketika hendak keluar rumah
BUAH MILIK TETANGGA YANG JATUH DILUAR PAGARNYA MILIK SIAPA ๐๐ฅ๐
PERTANYAAN :
ุงَูุณََّููุงู ُ ุนََُْููููู ْ َูุฑَุญْูู َุฉُ ุงِّٰููู ูุจَูุฑََูุงุชُُّูู
Ustad ijin bertanya, apabila ada tetangga yang punya pohon dan sedang berbuah. Lalu jika ada buah yang jatuh (dengan sendirinya) diluar pagar rumahnya. Halalkah dimakan bagi yang menemukannya?
Atau itu tetap milik si tetangga saya?
Mohon pencerahan ustadz.
Jazaakallahu khairan
➖➖➖➖➖➖➖➖
JAWABAN :
ูุนูููู ุงูุณูุงู ูุฑุญู ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
1⃣ Pohon baik itu akar, dahan, batang, ranting termasuk buah adalah hak pemiliknya.
Tidak boleh merusak, mengambil, memetik, dan lain-lain tanpa seizin pemiliknya.
2⃣ Apabila pohon tersebut tumbuh dan sebagian dahan dan rantingnya masuk ke pekarangan rumah orang lain, maka secara asal tetap masih menjadi hak pemilik. Tidak boleh memetik atau mengambil apapun tanpa seizin pemiliknya.
3⃣ Apabila sang pemilik pekarangan merasa terganggu atau keberatan atas pohon yang masuk ke dalam tanahnya, maka ia boleh memprotes tetangganya agar memotong pohon tersebut.
Jika tidak mau, ia boleh melaporkannya kepada yang berwenang.
4⃣ Apabila setelah diprotes dan dilaporkan pemilik pohon tidak mengindahkan, maka pemilik tanah berhak memotong bagian pohon yang memasuki pekarangan rumahnya.
5⃣ Buah yang jatuh dengan sendirinya dan apabila dibiarkan akan membusuk, maka boleh dipungut dan dimanfaatkan. Namun lebih utama meminta izin kepada sang pemilik terlebih dahulu.
Wallahu a'lam
✍@abinyasalma
•═════◎◎۩❁۩◎◎═════•
Broadcasted by Islam itu Indah
- web : http://islamituindah.id
- Instagram: @islamituindah.id
- Line: https://line.me/R/ti/p/%40zqi4170x
- Telegram channel: @islamindah.
ุงَูุณََّููุงู ُ ุนََُْููููู ْ َูุฑَุญْูู َุฉُ ุงِّٰููู ูุจَูุฑََูุงุชُُّูู
Ustad ijin bertanya, apabila ada tetangga yang punya pohon dan sedang berbuah. Lalu jika ada buah yang jatuh (dengan sendirinya) diluar pagar rumahnya. Halalkah dimakan bagi yang menemukannya?
Atau itu tetap milik si tetangga saya?
Mohon pencerahan ustadz.
Jazaakallahu khairan
➖➖➖➖➖➖➖➖
JAWABAN :
ูุนูููู ุงูุณูุงู ูุฑุญู ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
1⃣ Pohon baik itu akar, dahan, batang, ranting termasuk buah adalah hak pemiliknya.
Tidak boleh merusak, mengambil, memetik, dan lain-lain tanpa seizin pemiliknya.
2⃣ Apabila pohon tersebut tumbuh dan sebagian dahan dan rantingnya masuk ke pekarangan rumah orang lain, maka secara asal tetap masih menjadi hak pemilik. Tidak boleh memetik atau mengambil apapun tanpa seizin pemiliknya.
3⃣ Apabila sang pemilik pekarangan merasa terganggu atau keberatan atas pohon yang masuk ke dalam tanahnya, maka ia boleh memprotes tetangganya agar memotong pohon tersebut.
Jika tidak mau, ia boleh melaporkannya kepada yang berwenang.
4⃣ Apabila setelah diprotes dan dilaporkan pemilik pohon tidak mengindahkan, maka pemilik tanah berhak memotong bagian pohon yang memasuki pekarangan rumahnya.
5⃣ Buah yang jatuh dengan sendirinya dan apabila dibiarkan akan membusuk, maka boleh dipungut dan dimanfaatkan. Namun lebih utama meminta izin kepada sang pemilik terlebih dahulu.
Wallahu a'lam
✍@abinyasalma
•═════◎◎۩❁۩◎◎═════•
Broadcasted by Islam itu Indah
- web : http://islamituindah.id
- Instagram: @islamituindah.id
- Line: https://line.me/R/ti/p/%40zqi4170x
- Telegram channel: @islamindah.
Rasulullah Teladan Yang Baik Buat Umatnya
๐ *SUAMI YANG TERBAIK IALAH SUAMI YANG SAYANG KEPADA ISTRI DAN KELUARGANYA*
✍ _Oleh Ustadz Ahmad Ferry Nasution_
Lihatlah wahai para suami,
Suatu hari orang-orang Habasyah masuk masjid dan menunjukkan atraksi permainan di dalam masjid, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil Aisyah, “Wahai Humaira, apakah engkau mau melihat mereka?” Aisyah menjawab, “Iya.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri di depan pintu, lalu aku datang dan aku letakkan daguku pada pundak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan aku tempelkan wajahku pada pipi beliau.” Lalu ia mengatakan, “Di antara perkataan mereka tatkala itu adalah, ‘Abul Qasim adalah seorang yang baik’.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Apakah sudah cukup wahai Aisyah?” Ia menjawab: “Jangan terburu-buru wahai Rasulullah.” Maka beliau pun tetap berdiri. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengulangi lagi pertanyaannya, “Apakah sudah cukup wahai Aisyah?” Namun, Aisyah tetap menjawab, “Jangan terburu-buru wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Aisyah mengatakan, “Sebenarnya bukan karena aku senang melihat permainan mereka, tetapi aku hanya ingin memperlihatkan kepada para wanita bagaimana kedudukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadapku dan kedudukanku terhadapnya.”
_(HR. An-Nasa’i (5/307), lihat Ash Shahihah (3277))_๐
http://www.salamdakwah.com/artikel/4712-suami-yang-terbaik-ialah-suami-yang-sayang-kepada-istri-dan-keluarganya
•═════◎◎۩❁۩◎◎═════•
*Broadcasted* by Islam itu Indah
- web : http://islamituindah.id
- Instagram: @islamituindah.id
- Line: https://line.me/R/ti/p/%40zqi4170x
- Telegram channel: @islamindah.
✍ _Oleh Ustadz Ahmad Ferry Nasution_
Lihatlah wahai para suami,
Suatu hari orang-orang Habasyah masuk masjid dan menunjukkan atraksi permainan di dalam masjid, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil Aisyah, “Wahai Humaira, apakah engkau mau melihat mereka?” Aisyah menjawab, “Iya.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri di depan pintu, lalu aku datang dan aku letakkan daguku pada pundak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan aku tempelkan wajahku pada pipi beliau.” Lalu ia mengatakan, “Di antara perkataan mereka tatkala itu adalah, ‘Abul Qasim adalah seorang yang baik’.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Apakah sudah cukup wahai Aisyah?” Ia menjawab: “Jangan terburu-buru wahai Rasulullah.” Maka beliau pun tetap berdiri. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengulangi lagi pertanyaannya, “Apakah sudah cukup wahai Aisyah?” Namun, Aisyah tetap menjawab, “Jangan terburu-buru wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Aisyah mengatakan, “Sebenarnya bukan karena aku senang melihat permainan mereka, tetapi aku hanya ingin memperlihatkan kepada para wanita bagaimana kedudukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadapku dan kedudukanku terhadapnya.”
_(HR. An-Nasa’i (5/307), lihat Ash Shahihah (3277))_๐
http://www.salamdakwah.com/artikel/4712-suami-yang-terbaik-ialah-suami-yang-sayang-kepada-istri-dan-keluarganya
•═════◎◎۩❁۩◎◎═════•
*Broadcasted* by Islam itu Indah
- web : http://islamituindah.id
- Instagram: @islamituindah.id
- Line: https://line.me/R/ti/p/%40zqi4170x
- Telegram channel: @islamindah.
Oct 27, 2018
Jangan Salah Pilih Teman
LIHATLAH SIAPA TEMAN KARIBMU!
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ุงْูู َุฑْุกُ ุนََูู ุฏِِูู ุฎَِِِูููู ََْْููููุธُุฑْ ุฃَุญَุฏُُูู ْ ู َْู ُูุฎَุงُِูู
“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”.
(HR. Abu Daud No. 4833, at-Tirmidzi No. 2378, Ahmad [2/344], dan Syaikh al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan dalam Shahihul Jami’ No. 3545)
al-Ghazali rahimahullah mengatakan,
“Bersahabat dan bergaul dengan orang-orang yang pelit, akan mengakibatkan kita tertular pelitnya. Sedangkan bersahabat dengan orang yang zuhud, membuat kita juga ikut zuhud dalam masalah dunia. Karena memang asalnya seseorang akan mencontoh teman dekatnya”.
(lihat Tuhfatul Ahwadzi [7/42], Darul Kutub al-‘Ilmiyyah, Beirut)
Oleh karena itu, pandai-pandailah memilih teman bergaul. Jauhilah teman bergaul yang jelek jika tidak mampu merubah mereka. Jangan terhanyut dengan pergaulan yang malas-malasan dan penuh kejelekan.
Banyak sekali yang menjadi baik karena pengaruh lingkungan yang baik. Yang sebelumnya malas shalat atau malas shalat jama‘ah, akhirnya mulai rajin. Sebaliknya, banyak yang menjadi rusak pula karena lingkungan yang jelek.
Semoga Allah mudahkan dan beri taufik untuk terus istiqamah dalam agama ini.
www.rumaysho.com
•═════◎◎۩❁۩◎◎═════•
*Broadcasted* by Islam itu Indah
- web : http://islamituindah.id
- Instagram: @islamituindah.id
- Line: https://line.me/R/ti/p/%40zqi4170x
- Telegram channel: @islamindah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ุงْูู َุฑْุกُ ุนََูู ุฏِِูู ุฎَِِِูููู ََْْููููุธُุฑْ ุฃَุญَุฏُُูู ْ ู َْู ُูุฎَุงُِูู
“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”.
(HR. Abu Daud No. 4833, at-Tirmidzi No. 2378, Ahmad [2/344], dan Syaikh al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan dalam Shahihul Jami’ No. 3545)
al-Ghazali rahimahullah mengatakan,
“Bersahabat dan bergaul dengan orang-orang yang pelit, akan mengakibatkan kita tertular pelitnya. Sedangkan bersahabat dengan orang yang zuhud, membuat kita juga ikut zuhud dalam masalah dunia. Karena memang asalnya seseorang akan mencontoh teman dekatnya”.
(lihat Tuhfatul Ahwadzi [7/42], Darul Kutub al-‘Ilmiyyah, Beirut)
Oleh karena itu, pandai-pandailah memilih teman bergaul. Jauhilah teman bergaul yang jelek jika tidak mampu merubah mereka. Jangan terhanyut dengan pergaulan yang malas-malasan dan penuh kejelekan.
Banyak sekali yang menjadi baik karena pengaruh lingkungan yang baik. Yang sebelumnya malas shalat atau malas shalat jama‘ah, akhirnya mulai rajin. Sebaliknya, banyak yang menjadi rusak pula karena lingkungan yang jelek.
Semoga Allah mudahkan dan beri taufik untuk terus istiqamah dalam agama ini.
www.rumaysho.com
•═════◎◎۩❁۩◎◎═════•
*Broadcasted* by Islam itu Indah
- web : http://islamituindah.id
- Instagram: @islamituindah.id
- Line: https://line.me/R/ti/p/%40zqi4170x
- Telegram channel: @islamindah.
PENTINGNYA PEMADUAN ANTARA SYARIAT DAN HAKIKAT
PEMBAHASAN TENTANG PENTINGNYA PEMADUAN ANTARA SYARI’ATDAN HAKIKAT DALAM PANDANGAN SYEKH MUDA AHMAD ARIFIN
Oleh : Saifuddin, M.A
Posted by Saifuddin, M.A. : Selasa, 11 September 2012
- Dalam Ilmu Tasawuf Syari’at meruapakan peraturan, Tarekat meruapakan jalan, Hakikat merupakan keadaan dan Makrifat itu adalah tujuan akhir. Jadi sunnah harus dilakukan dengan Tarekat, jikalau tidak dilihat pekerjaan dan cara melakukannya, yang melihat itu adalah sahabat-sahabatnya, yang menceritakan kepada tabi’in, lalu kepada tabi-tabi’in dan selanjutnya sebagaimana yang dituliskan dalam Hadis, Atsar, dan dalam kitab-kitab ulama.
Jadi, bukan berarti Al-Qur’an, Sunnah, dan Ilmu Fiqh itu tidak sempurna, tetapi masih perlu penjelasan lebih lanjut dan bimbingan yang lebih teratur, agar pelaksanaan peraturan Allah dan Nabi itu dapat dilakukan semestinya, tidak menurut penangkapan otak orang yang hanya membaca dan melakukan sesuka-sukanya.
Menurut Syekh Muda Ahmad Arifin Syari’at hanyalah ilmu yang mempelajari tentang ucapan dan perbuatan. Batas Ilmu Syari’at sampai yang dapat dilihat dan didengar. Sedangkan Hakikat merupakan pelajaran yang di dalam hati. Ilmu Hakikat berhubungan dengan yang ghaib. Adapun tujuan Ilmu Hakikat dipelajari adalah untuk mengenal Allah. Jadi Syari’at adalah pekerjaan zahir sedangkan Hakikat adalah pekerjaan batin.
Demikian halnya dengan amal manusia, juga terdiri dari amal zahir dan amal batin. Amal zahir berhubungan dengan ucapan (qauli) dan perbuatan (fikli), sedangkan amal batin berhubungan dengan hati (qalb). Amal zahir adalah amal yang berwaktu dan hanya dapat dilaksanakan apabila kita memiliki kemampuan. Sebagai contoh adalah ibadah puasa, zakat, dan haji hanya dapat dilakukan apabila telah tiba waktunya dan mampu melaksanakannya. Sedangkan amal batin adalah amal yang tidak berwaktu karena pekerjaan mengingat Allah dapat dilakukan setiap saat, kapan saja dan di mana saja. Adapun mengingat Allah merupakan amal yang paling besar pahalanya di sisi Allah sebagaimana firman Allah :
ََููุฐِْูุฑُุงِููู ุงَْูุจَุฑِ
Artinya : “Sesungguhnya mengingat Allah itu lebih besar faedahnya”. (Q.S. 29 al-Ankabut: 45).
Bahkan di dalam sebuah Hadis disebutkan :
ุชَََّููุฑُ ุณَุงุนَุฉِ ุฎَْูุฑُ ู
ِْู ุนِุจَุงุฏَุฉِ ุณََูุฉِ
“Tafakkur (mengingat Allah) satu detik lebih baik daripada beribadah setahun hati yang tidak mengingat Allah”.
Demikianlah keutamaan amal Hakikat bila dibandingkan dengan amal Syari’at. Bahkan Hadis di atas menjelaskan bahwa mengingat Allah satu detik saja lebih baik dari pada beramal ibadah selama setahun tetapi hatinya tidak mengingat Allah. Sesungguhnya Allah tidak memberikan penilaian apa-apa terhadap amal ibadah yang dilakukan tanpa mengingat-Nya dan sesungguhnya mereka berada dalam kesesatan yang nyata sebagaimana firman Allah :
ٌََْูููู َِْูููุณَْูุฉِ ُُْูููุจُُูู
ْ ู
ِْู ุฐِْูุฑِุงِููู, ุฃَُْููุฆَِู ِูู ุถٍََูู ู
ُّุจِِْูู.
Artinya : “Maka celakalah bagi orang yang hatinya tidak dapat mengingat Allah, mereka itu dalam kesesatan yang nyata”. (Q.S. 39 az-Zumar: 22).
Menurut Syekh Muda Ahmad Arifin penyebab Allah menyebut mereka sebagai orang-orang yang berada dalam kesesatan yang nyata adalah dikarenakan mereka hanya pandai mengatakan tetapi tidak pandai memperbuatnya. Sebagai contoh kita selalu membaca do’a iftitah :
ุฅِِّูู َูุฌَّْูุชُ َูุฌَِْูู َِّููุฐِْู َูุทَุฑَุงูุณَّู
ََูุงุชِ َูุงْูุฃَุฑْุถِ...
Lisan berkata: Kuhadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi. Akan tetapi perbuatannya bertentangan dengan ucapannya, sebab ia tidak tahu wajah mana yang harus dihadapkannya kepada Allah. Kalau wajah yang zahir dihadapkan kepada Allah berarti Allah itu mempunyai tempat dan tidak mungkin Allah melihat wajah manusia sebab Allah itu Maha Suci. Itulah sebabnya orang yang tidak berilmu akan terlihat olehnya macam-macam bahkan ia berkeliling dunia di dalam sholatnya. Mengenai hal ini para Sufi berkata bahwa segala sesuatu yang dilihat olehnya di dalam sholatnya, maka itulah yang menjadi Tuhannya. Jika di dalam sholat ia teringat dengan anak istrinya, maka anak dan istrinya menjadi Tuhan baginya di dalam sholatnya. Itulah sebabnya Allah tidak menerima sholat orang yang tidak mempunyai ilmu, karena orang yang sholat itu mensyarikatkan Tuhannya.
Keadaan seperti ini pernah dialami oleh Imam al-Ghazali seorang professor Ahli Filsafat, Fuqaha, Maha Guru, dan Dosen pada Universitas Nizamul Muluk pada masa Daulah Bani Abbasiyah berkuasa di Baghdad. Pada suatu hari beliau sedang jadi imam dalam sholat berjamaah bersama-sama murid beliau lebih kurang 300 banyaknya berdatangan dari seluruh penjuru dunia Islam yang mana adik kandungnya yang bernama Ahmad al-Ghazali ikut pula di dalamnya. Tiba-tiba saja di tengah sembahyang tadi adiknya muparakah (memisahkan diri) sendirian tidak mengikuti abangnya lagi, sebab sudah nampak dalam kasyafnya bahwa abangnya tidak lagi sah sembahyangnya, karena tidak ingat akan Allah dan hanya ingat akan darah haid yang menjadi masalah pengajiannya yang dibahas sebelum sembahyang tadi.
Alangkah malunya Imam al-Ghazali bahwa sembahyangnya dibatalkan oleh adiknya yang tidak sampai kemana pengajiannya dan tidak pula popular nama gurunya. Inilah yang menjadi penyebab utama Imam al-Ghazali meninggalkan kemewahan hidup duniawi yang menyelimutinya selama ini di tengah-tengah kota Baghdad menuju masjid Baitul Maqdis di Palestina setelah belajar Tasawuf kepada Syekh Imam Zahid Abu Ali al-Farmazi dan berkhalwat di sana lebih kuarang sebelas tahun di puncak menara. Di sanalah beliau tersungkur sujud ke hadirat Allah karena nampak diri beliau berlumur najis takbur semata-mata oleh karena banyaknya ilmu yang tak bersari tadi, dan dari sanalah juga beliau meneropong dengan kasyafnya ke seluruh dunia Islam melihat akan apa yang ada dalam hati para ulama-ulama itu.
Dengan izin Allah Taala nampaklah isi hati ulama-ulama itu bermacam-macam. Ada yang ingin jadi Qadhil Qudha yaitu hakim tertinggi dalam Daulah Bani Abbasiyah dan ada pula yang ingin berebut-rebut jadi Qadhi biasa (Qadhi Daerah) dan tidak jarang pula yang suka bertengkar dan berhujjah yang masing-masing dengan dalilnya dan keterangan yang lengkap pada berbagai macam masalah yang menunjukkan di hadapan umum bahwa dialah yang paling alim dan layak mengepalai madrasah-madrasah tertinggi dalam dunia Islam (rektor universitas).
Berdasarkan kasyaf inilah lahirnya di puncak menara itu kitab Ihya Ulumuddin bagi Imam al-Ghazali yang isinya mengikis habis sifat-sifat mazmumah yang berpangkalan dalam hati sanubari manusia itu. Kemudian berikutnya lahir pula kitab Bidayatul Hidayah Minhajul Abidin, Kimia as-Sa’adah, dan kitab-kitab lainnya.
Mengenai hal ini para Sufi berkata bahwa segala sesuatu yang dilihat olehnya di dalam sholatnya, maka itulah yang menjadi Tuhannya. Jika di dalam sholat ia teringat dengan anak istrinya, maka anak dan istrinya menjadi Tuhan baginya di dalam sholatnya. Itulah sebabnya Allah tidak menerima sholat orang yang tidak mempunyai ilmu, karena orang yang sholat itu mensyarikatkan Tuhannya. Oleh karena itu Allah melarang kita beramal ibadah kalau kita tidak mempunyai ilmu sebagaimana firman Allah :
َููุงَุชَُْูู ู
َุงَْููุณَ ََูู ุจِِู ุนِْูู
ٌ ุงَِّู ุงูุณَّู
ْุนَ َูุงْูุจَุตَุฑَ َูุงُْููุคَุงุฏَ ُُّูู ุฃَُْููุฆَِู َูุงَู ุนَُْูู ู
َุณْุคُูุงً.
Artinya : “Dan janganlah kamu melakukan sesuatu apabila kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Karena sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati sesungguhnya akan dimintai pertanggungjawabannya”. (Q.S. 17 al-Isra’: 36).
Itulah sebabnya Allah melarang orang yang shalat yang tidak berilmu karena tidak tahu bagaimana menggunakan pandangan, pendengaran, dan hati mereka di dalam sholatnya. Sesungguhnya orang yang tidak dapat menggunakan pandangan, pendengaran, dan hati mereka di dalam sholat pada hakikatnya mereka adalah orang-orang yang mabuk di dalam sholatnya. Oleh sebab itu Allah melarang mereka menghampiri sholat sebagaimana firman Allah :
َูุฃََُّููุงุงَّูุฐَِْูู ุฃَู
َُููุงْ ูุงَุชَْูุฑَุจُูุงْ ุงูุตََّููุฉَ َูุฃَْูุชُู
ْ ุณَُูุฑَู
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu sholat, sedangkan kamu dalam keadaan mabuk”. (Q.S. 4 an-Nisa: 43).
Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah memerintahkan kepada hamba-hambanya agar terlebih dahulu mensucikan lahir dan batinnya sebelum melaksanakan sholat. Makna suci batin adalah dapat menggunakan pandangan, pendengaran, dan hatinya untuk mengingat Allah di dalam sholatnya. Apabila orang itu belum dapat mensucikan batinnya, maka Allah melarang hamba-hamba-Nya untuk menghampiri sholat, apalagi melaksanaknnya, bahkan Allah mengancam orang-orang yang sholat sebagaimana firman Allah :
ٌََْูููู ِّْููู
ُุตََِّْููู. ุงََّูุฐَِْูู ُูู
ْ ุนَْู ุตَูุงَุชِِูู
ْ ุณَุงَُููู.
Artinya : “Maka celakalah orang-orang yang sholat, mereka itu lalai di dalam sholatnya”. (Q.S. 107 al-Ma’un: 4-5).
Adapun makna lalai di sini adalah pandangan, pikiran, pendengaran, dan hatinya tidak dapat digunakan untuk mengingat Allah. Itulah sebabnya Allah menyediakan neraka Jahannam bagi orang-orang yang sholat. Bahkan Allah menyebut mereka lebih sesat dari pada binatang karena mempunyai akal tetapi tidak dapat diperguakan untuk mengenal Allah, sebagaimana firman Allah :
َََูููุฏْ ุฐَุฑَุฃَْูุง ِูุฌَََّููู
َ َูุซِْูุฑًุง ู
َِู ุงْูุฌِِّู َูุงْูุฅِْูุณِ َُููู
ْ ُُْูููุจٌ ูุงَّ َََُْูููููู ุจَِูุง ََُูููู
ْ ุฃَุนٌُْูู ูุงَّ ُูุจْุตِุฑَُْูู ุจَِูุง ََُูููู
ْ ุฃَุฐَุงٌู ูุงََูุณْู
َุนَُْูู ุจَِูุง ุฃَُْููุฆَِู َูุงْูุฃَْูุนَู
ِ ุจَْู ُูู
ْ ุฃَุถَُّู ุฃَُูุฆَِู ُูู
ُ ุงْูุบََُِูููู.
Artinya : “Dan sesungguhnya Kami jadikan isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan dan mempunyai mata tetapi tidak dipergunakan, dan mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan. Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat dari pada binatang, mereka itu orang-orang yang lalai”. (Q.S. 7 al-A’raf: 179).
Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa mengamalkan Syari’at tanpa Hakikat adalah sia-sia belaka. Mengingat begitu pentingnya pemaduan antara Syari’at dan Hakikat ini maka Imam Mazhab yang empat: Syafi’i, Maliki, Hanbali, dan Hanafi tentang pentingnya pemaduan antara Syari’at dan Hakikat, meskipun mereka berbeda pendapat dalam masalah fiqh.
َูู
َْู ุชََََّููู ََููู
ْ َูุชَุตََّْูู ุชََูุตَّุฎْ َูู
َْู َูุชَุตََُّูู ََููู
ْ َูุชَََّูู ุชَุฒَْูุฏََู َูู
َْู ุฌَู
َุนََูุง ุจََُْูููู
َุง ََููุฏْ َูุญَََّูู
“Barangsiapa bersyari’at tanpa bertasawuf tidak sah dan barangsiapa yang bertasawuf tanpa bersyari’at adalah zindiq dan barangsiapa yang menyatukan keduanya maka itulah (Islam) yang sebenarnya.”
Ijma’ Imam Mazhab yang empat tersebut idasarkan pada Hadis Nabi SAW:
ุงูุดَّุฑِْูุนَุฉُ ุจِูุงَ ุญََِْูููุฉُ ุนَุงุทَِูุฉُ َูุงْูุญََِْูููุฉُ ุจِูุงَ ุดَุฑِْูุนَุฉٍ ุจَุงุทَِูุฉٌ َูู
َْู َูุฑََู ุจََُْูููู
َุง ََُููู ุนََูู ุงَْููุงِูุฑَِْูู
Artinya: “Bersyariat tanpa berhakikat sia-sia (kosong/hampa) dan berhakikat tanpa bersyariat batal (tidak sah) dan barangsiapa yang memisahkan keduanyan maka ia adalah kafir”.
Jadi sesungguhnya hanya orang-orang yang mengamalkan Syari’at dan Hakikatlah yang merupakan Islam yang sebenar-benarnya dan merekalah yang disebut oleh Nabi sebagai golongan Ahlu Sunnah Waljamaah. Untuk lebih jelasnya mengenai pengertian Ahlu Sunnah Waljamaah, berikut akan penulis kutipkan pendapat Syekh Ahmad Arifin mengenai hal ini.
Menurutnya secara etimologi kata ahlibermakna pintar atau pandai. Sunnah bermakna perintah, dan jamaah bermakna menggabungkan. Adapun makna kata menggabungkan di sini menurutnya adalah memadukan antara Syari’at dan Hakikat. Jadi menurutnya yang dimaksud dengan Ahlu Sunnah Waljamaah adalah golongan yang ahli atau pandai menggabungkan perintah Syari’at dan Hakikat. Namun menurut Syekh Muda Ahmad Arifin kebanyakan umat Islam saat ini keliru dalam memahami makna Ahlu Sunnah Waljamaah. Menurut mereka yang dimaksud dengan Ahlu Sunnah Waljamaah adalah berpegang teguh atau kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah, sehingga masing-masing golongan umat Islam mengklaim diri mereka sebagai golongan Ahlu Sunnah Waljamaah, sehingga terkadang sebahagian umat Islam yang awam menjadi bingung, golongan mana yang harus mereka ikuti, karena semua golongan mengatakan bahwa golongan merekalah yang paling benar.
Menurut Syekh Muda Ahmad Arifin, yang menjadi penyebab perpecahan umat Islam saat ini adalah karena kebanyakan umat Islam, apabila mereka menjumpai berbagai persoalan yang mereka hadapi, maka mereka kembalikan kepada Al-Qur’an dan Sunnah padahal Allah berfirman :
َูุฅِْู ุชََูุฒَุนْุชُู
ْ ِูู ุดَْูุกٍ َูุฑُุฏُُّْูู ุฅَِูู ุงِููู َูุงูุฑَّุณُِْูู ุงِْู ُْููุชُู
ْ ุชُุคْู
َُِْููู ุจِุงَِّููู َูุงَْْูููู
ِ ุงْูุขَุฎِุฑِ
Artinya : “Apabila kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah dan Rasul, jika kamu memang benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian.” (Q.S. 4 an-Nisa: 59).
Oleh karena umat Islam saat ini kebanyakan tidak dapat mengenal Allah, maka bila mereka menghadapi segala sesuatu persoalan maka dikembalikan kepada Al-Qur’an dan Sunnah yang mereka pahami berdasarkan penangkapan otak mereka belaka. Sehingga tidak heran bila di kalangan umat Islam banyak timbul berbagai macam paham, aliran dan golongan, seperti: Islam Sunni, Islam Syi’ah, Islam Ahmadiyah, Islam Darul Arqam, Islam Muhammadiyah, Islam Kaum Tua, Islam Kaum Muda, dan sebagainya. Masing-masing golongan tersebut berpendapat bahwa hanya golongan merekalah yang paling benar dan masing-masing mereka mengklaim diri mereka sebagai golongan Ahlu Sunnah Waljamaah.
Namun dari berbagai golongan itu Syekh Muda Ahmad Arifin berpendapat bahwa secara umum umat Islam di muka bumi ini dapat dikelompokkan kepada empat golongan:
- Golongan pertama adalah Islam di sisi masyarakat, kafir di sisi Allah. Yang dimaksud adalah bersyari’at tetapi tidak berhakikat. Mereka adalah Ahli Ibadah yang ketat mengamalkan Syari’at Nabi, namun Allah tidak memberikan penilaian apa-apa atas amal ibadah yang telah mereka lakukan. Hal ini disebabkan mereka tidak mengenal yang mereka sembah. Mereka sesungguhnya segolongan orang yang berada dalam kesesatan yang nyata.
- Golongan yang kedua adalah Islam di sisi Allah, kafir di sisi masyarakat. Yang dimaksud adalah berhakikat namun tidak bersyari’at. Mereka adalah orang-orang yang mengambil Hakikat dan mengabaikan Syari’at, seperti sholat, puasa, zakat, dan sebagainya. Mereka sesungguhnya adalah orang-orang yang zindiq yang menyimpang dari Al-Qur’an dan Sunnah.
- Golongan yang ketiga adalah kafir di sisi Allah dan kafir di sisi masyarakat. Yang dimaksud adalah tidak bersyari’at dan tidak berhakikat. Mereka adalah orang-orang yang disebut sebagai Islam KTP. Mereka sesunggunya adalah orang-orang yang fasiq.
- Golongan yang keempat adalah Islam di sisi Allah dan Islam di sisi masyarakat. Yang dimaksud adalah bersyari’at dan berhakikat. Mereka adalah Ahli Hakikat yang beribadah secara zahir dan batin dan merekalah yang disebut oleh Nabi SAW sebagai Ahlus Sunnah Waljamaah yaitu golongan yang memadukan antara Syari’at dan Hakikat.
๐ Faedah๐ Seorang Anak ๐
๐ Faedah๐ Faedah ๐
ANAK....
Anak adalah anugerah
Maka bersyukurlah kepada Allah,
Sayangi dan cintai anakmu,
Ia adalah penyejuk mata pelipur lara,
Jangan pernah menyia-nyiakannya,
Karena tidak semua orang dikaruniai
anak keturunan.
"Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi; Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki ○ atau Dia menganugerahkan jenis laki-laki dan perempuan, dan menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Dia Maha Mengetahui, Maha kuasa." [Surat Asy-Syura, Ayat 49-50]
Anak adalah ujian
Ia akan menguji kesabaranmu,
Ketika ia rewel atau bertingkah macam2,
Ia akan menguji ketulusan hatimu,
Tatkala ada fisiknya yang tak sempurna atau cacat mentalnya.
ุฅَِّูู َุง ุฃَู َْูุงُُููู ْ َูุฃََْููุงุฏُُูู ْ ِูุชَْูุฉٌ ۚ َูุงَُّููู ุนِْูุฏَُู ุฃَุฌْุฑٌ ุนَุธِูู ٌ
Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah pahala yang besar. [Surat At-Taghabun, Ayat 15]
Anak adalah amanah
Didiklah ia agar paham agama
dan memiliki akhlak yang mulia,
Jika kau menelantarkannya maka
kelak kau akan ditanya tentangnya,
Ingatlah, anakmu punya hak hak
yang wajib untuk kau tunaikan.
ุฅَِّู ุงََّููู َูุฃْู ُุฑُُูู ْ ุฃَْู ุชُุคَุฏُّูุง ุงْูุฃَู َุงَูุงุชِ ุฅَِٰูู ุฃََِْูููุง
Sungguh, Allah menyuruhmu menunaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, [Surat An-Nisa', Ayat 58]
Semoga Allah memberikan taufiq dan pertolongan-Nya kepada kita untuk merawat dan mendidik anak-anak kita dan semoga Allah menjadikan mereka anak-anak yang sholih/shalihah..
๐Ustadz Abdul Basid, Lc, ุญَِูุธَُู ุงُููู ุชَุนَุงَูู
•═════◎◎۩❁۩◎◎═════•
Broadcasted by Islam itu Indah
- web : http://islamituindah.id
- Instagram: @islamituindah.id
- Line: https://line.me/R/ti/p/%40zqi4170x
- Telegram channel: @islamindah. ๐
ANAK....
Anak adalah anugerah
Maka bersyukurlah kepada Allah,
Sayangi dan cintai anakmu,
Ia adalah penyejuk mata pelipur lara,
Jangan pernah menyia-nyiakannya,
Karena tidak semua orang dikaruniai
anak keturunan.
"Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi; Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki ○ atau Dia menganugerahkan jenis laki-laki dan perempuan, dan menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Dia Maha Mengetahui, Maha kuasa." [Surat Asy-Syura, Ayat 49-50]
Anak adalah ujian
Ia akan menguji kesabaranmu,
Ketika ia rewel atau bertingkah macam2,
Ia akan menguji ketulusan hatimu,
Tatkala ada fisiknya yang tak sempurna atau cacat mentalnya.
ุฅَِّูู َุง ุฃَู َْูุงُُููู ْ َูุฃََْููุงุฏُُูู ْ ِูุชَْูุฉٌ ۚ َูุงَُّููู ุนِْูุฏَُู ุฃَุฌْุฑٌ ุนَุธِูู ٌ
Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah pahala yang besar. [Surat At-Taghabun, Ayat 15]
Anak adalah amanah
Didiklah ia agar paham agama
dan memiliki akhlak yang mulia,
Jika kau menelantarkannya maka
kelak kau akan ditanya tentangnya,
Ingatlah, anakmu punya hak hak
yang wajib untuk kau tunaikan.
ุฅَِّู ุงََّููู َูุฃْู ُุฑُُูู ْ ุฃَْู ุชُุคَุฏُّูุง ุงْูุฃَู َุงَูุงุชِ ุฅَِٰูู ุฃََِْูููุง
Sungguh, Allah menyuruhmu menunaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, [Surat An-Nisa', Ayat 58]
Semoga Allah memberikan taufiq dan pertolongan-Nya kepada kita untuk merawat dan mendidik anak-anak kita dan semoga Allah menjadikan mereka anak-anak yang sholih/shalihah..
๐Ustadz Abdul Basid, Lc, ุญَِูุธَُู ุงُููู ุชَุนَุงَูู
•═════◎◎۩❁۩◎◎═════•
Broadcasted by Islam itu Indah
- web : http://islamituindah.id
- Instagram: @islamituindah.id
- Line: https://line.me/R/ti/p/%40zqi4170x
- Telegram channel: @islamindah.
ANAK....
Anak adalah anugerah
Maka bersyukurlah kepada Allah,
Sayangi dan cintai anakmu,
Ia adalah penyejuk mata pelipur lara,
Jangan pernah menyia-nyiakannya,
Karena tidak semua orang dikaruniai
anak keturunan.
"Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi; Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki ○ atau Dia menganugerahkan jenis laki-laki dan perempuan, dan menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Dia Maha Mengetahui, Maha kuasa." [Surat Asy-Syura, Ayat 49-50]
Anak adalah ujian
Ia akan menguji kesabaranmu,
Ketika ia rewel atau bertingkah macam2,
Ia akan menguji ketulusan hatimu,
Tatkala ada fisiknya yang tak sempurna atau cacat mentalnya.
ุฅَِّูู َุง ุฃَู َْูุงُُููู ْ َูุฃََْููุงุฏُُูู ْ ِูุชَْูุฉٌ ۚ َูุงَُّููู ุนِْูุฏَُู ุฃَุฌْุฑٌ ุนَุธِูู ٌ
Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah pahala yang besar. [Surat At-Taghabun, Ayat 15]
Anak adalah amanah
Didiklah ia agar paham agama
dan memiliki akhlak yang mulia,
Jika kau menelantarkannya maka
kelak kau akan ditanya tentangnya,
Ingatlah, anakmu punya hak hak
yang wajib untuk kau tunaikan.
ุฅَِّู ุงََّููู َูุฃْู ُุฑُُูู ْ ุฃَْู ุชُุคَุฏُّูุง ุงْูุฃَู َุงَูุงุชِ ุฅَِٰูู ุฃََِْูููุง
Sungguh, Allah menyuruhmu menunaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, [Surat An-Nisa', Ayat 58]
Semoga Allah memberikan taufiq dan pertolongan-Nya kepada kita untuk merawat dan mendidik anak-anak kita dan semoga Allah menjadikan mereka anak-anak yang sholih/shalihah..
๐Ustadz Abdul Basid, Lc, ุญَِูุธَُู ุงُููู ุชَุนَุงَูู
•═════◎◎۩❁۩◎◎═════•
Broadcasted by Islam itu Indah
- web : http://islamituindah.id
- Instagram: @islamituindah.id
- Line: https://line.me/R/ti/p/%40zqi4170x
- Telegram channel: @islamindah. ๐
ANAK....
Anak adalah anugerah
Maka bersyukurlah kepada Allah,
Sayangi dan cintai anakmu,
Ia adalah penyejuk mata pelipur lara,
Jangan pernah menyia-nyiakannya,
Karena tidak semua orang dikaruniai
anak keturunan.
"Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi; Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki ○ atau Dia menganugerahkan jenis laki-laki dan perempuan, dan menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Dia Maha Mengetahui, Maha kuasa." [Surat Asy-Syura, Ayat 49-50]
Anak adalah ujian
Ia akan menguji kesabaranmu,
Ketika ia rewel atau bertingkah macam2,
Ia akan menguji ketulusan hatimu,
Tatkala ada fisiknya yang tak sempurna atau cacat mentalnya.
ุฅَِّูู َุง ุฃَู َْูุงُُููู ْ َูุฃََْููุงุฏُُูู ْ ِูุชَْูุฉٌ ۚ َูุงَُّููู ุนِْูุฏَُู ุฃَุฌْุฑٌ ุนَุธِูู ٌ
Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah pahala yang besar. [Surat At-Taghabun, Ayat 15]
Anak adalah amanah
Didiklah ia agar paham agama
dan memiliki akhlak yang mulia,
Jika kau menelantarkannya maka
kelak kau akan ditanya tentangnya,
Ingatlah, anakmu punya hak hak
yang wajib untuk kau tunaikan.
ุฅَِّู ุงََّููู َูุฃْู ُุฑُُูู ْ ุฃَْู ุชُุคَุฏُّูุง ุงْูุฃَู َุงَูุงุชِ ุฅَِٰูู ุฃََِْูููุง
Sungguh, Allah menyuruhmu menunaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, [Surat An-Nisa', Ayat 58]
Semoga Allah memberikan taufiq dan pertolongan-Nya kepada kita untuk merawat dan mendidik anak-anak kita dan semoga Allah menjadikan mereka anak-anak yang sholih/shalihah..
๐Ustadz Abdul Basid, Lc, ุญَِูุธَُู ุงُููู ุชَุนَุงَูู
•═════◎◎۩❁۩◎◎═════•
Broadcasted by Islam itu Indah
- web : http://islamituindah.id
- Instagram: @islamituindah.id
- Line: https://line.me/R/ti/p/%40zqi4170x
- Telegram channel: @islamindah.
BUKU INI BERISIKAN ARTIKEL TENTANG RAPOR MERAH SUAMI - ISTRI
๐ RAPOR MERAH SUAMI - ISTRI
Janganlah seorang suami selalu merasa benar hanya karena kedudukannya sebagai pemimpin. Begitupula sang istri, jangan terlalu merasa terus dalam posisi tidak salah sehingga mengabaikan nasihat suami.
๐ป Karena terkadang seseorang jatuh dalam kesalahan namun tidak sadar bahwa ia jatuh dalam kesalahan tersebut. Jangan sampai hanya bisa mengetahui kesalahan orang lain, padahal dirinya juga banyak kesalahan. Apalagi jika hal ini terjadi pada hubungan suami-istri.
Buku ini akan menjelaskan beberapa kesalahan suami-istri agar bisa difahami dan dapat dihindari sejauh-jauhnya.
๐ Miliki buku ini sekarang, dan wujudkan kebahagiaan rumah tangga serta ridho Ilahi..
๐ฐ Harga cuma 95 rb
Info & pemesanan Klik @islamituindahid (start chat)
๐ก www.islamituindah.id
๐ Https://shopee.co.id/islamituindahid
°°°
Judul : Rapor Merah Suami Istri
Tebal : 363 Halaman SHC
Penulis : Syaikh Muhammad bin Ibrahim
Penerbit : Buana Ilmu
Janganlah seorang suami selalu merasa benar hanya karena kedudukannya sebagai pemimpin. Begitupula sang istri, jangan terlalu merasa terus dalam posisi tidak salah sehingga mengabaikan nasihat suami.
๐ป Karena terkadang seseorang jatuh dalam kesalahan namun tidak sadar bahwa ia jatuh dalam kesalahan tersebut. Jangan sampai hanya bisa mengetahui kesalahan orang lain, padahal dirinya juga banyak kesalahan. Apalagi jika hal ini terjadi pada hubungan suami-istri.
Buku ini akan menjelaskan beberapa kesalahan suami-istri agar bisa difahami dan dapat dihindari sejauh-jauhnya.
๐ Miliki buku ini sekarang, dan wujudkan kebahagiaan rumah tangga serta ridho Ilahi..
๐ฐ Harga cuma 95 rb
Info & pemesanan Klik @islamituindahid (start chat)
๐ก www.islamituindah.id
๐ Https://shopee.co.id/islamituindahid
°°°
Judul : Rapor Merah Suami Istri
Tebal : 363 Halaman SHC
Penulis : Syaikh Muhammad bin Ibrahim
Penerbit : Buana Ilmu
NASEHAT PENYEJUK HATI
NASEHAT
__________________
SEKIAN LAMA BERJUANG
Apakah kita sering merasa iri dan ingin memiliki apa yang dimiliki saudara kita atau teman kita, atau tetangga kita atau orang lain?
Apakah sering terbetik dalam hati kita ketika akan beramal baik, kita ingin dipuji orang, ingin mendapat imbalan, dll.
Iya, dua penyakit hati ini amat berbahaya, penyakit pertama membuat hidup kita tak akan pernah bisa tenang, dan penyakit kedua membuat amalan kita sia-sia tak berbuah pahala bahkan berujung bencana.
Maka tak heran jika orang yang sekaliber ulamapun berjuang habis-habisan menyingkirkan dua penyakit tersebut. Beliau bercerita:
(ุงุซูุงู ุฃูุง ุฃุนุงูุฌูู ุง ู ูุฐ ุซูุงุซูู ุณูุฉ: ุชุฑู ุงูุทู ุน ููู ุง ุจููู ูุจูู ุงููุงุณ ، ูุฅุฎูุงุต ุงูุนู ู ููู)
Ada dua hal yang terus aku perbaiki/obati semenjak 30 tahun lamanya,
(1) agar aku tidak tamak terhadap apa yang dimiliki manusia,
(2) agar aku selalu mengikhlaskan amal hanya untuk Allah semata.
[Kitab Hilyah al-Auliya, 7/271, Abu Nu'aim]
Maka, jika sekaliber ulama saja berjuang untuk mengobati dua penyakit tersebut, tentunya kita yang awam ini harus lebih berjuang dan berjuang lagi agar tidak tertimpa dua penyakit tersebut.
Selamat berjuang... Wa billaahit-taufiiq
✏ Ustadz , Abdul Basid, Lc ุญูุธู ุงููู ุชุนุงูู
•═════◎◎۩❁۩◎◎═════•
Broadcasted by Islam itu Indah
- web : http://islamituindah.id
- Instagram: @islamituindah.id
- Line: https://line.me/R/ti/p/%40zqi4170x
- Telegram channel: @islamindah.
Berikan Hadiah yang Terbaik Buat Istrimu.
Hadiah Terbaik untuk Istri
Bukan hadiah emas berlian
Bukan keliling dunia bertamasya
Bukan tempat romantis bersantap malam
Salah satu hadiah terbaik istri
Suami bekerja berpeluh, sangat berusaha
Menghadiahkan tiket dan tempat
Haji atau umrah bersama
Bersama bergandengan saat tawaf
Berlari bersama saat sa’i
Bersimpuh bersama depan ka’bah
Memohon dan bermunajat bersama
Agar bahtera keluarga berkah
Cinta mereka berdua
Tidak selesai begitu saja
Terpisah oleh maut
Tapi cinta abadi bersama
Di surga tertinggi Firdausil A’la
Karena cinta sejati
Bukan sehidup semati
Tetapi sehidup se-sesurga
Cinta karena Allah
Itulah yang abadi
ู ุง ูุงู ููู ุฃุจูู
“Apa-apa yang karena Allah, akan kekal”
Semoga dengan hadiah tersebut
Cinta semakin berlipat
Dalam hadits,
๏บَ๏ปฌَ๏บ๏บฉُ๏ปญْ๏บ ๏บَ๏บคَ๏บ๏บُّ๏ปฎْ๏บ
“Saling memberi hadiah-lah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai.” (Al-Adabul Mufrad no.594)
@ Gemawang, Yogyakarta Tercinta
Penyusun: Al-Ustรขdz Raehanul Bahraen
[Sumber: https://muslimafiyah.com/hadiah-terbaik-untuk-istri.html ]
•═════◎◎۩❁۩◎◎═════•
Broadcasted by Islam itu Indah
- web : http://islamituindah.id
- Instagram: @islamituindah.id
- Line: https://line.me/R/ti/p/%40zqi4170x
Bukan hadiah emas berlian
Bukan keliling dunia bertamasya
Bukan tempat romantis bersantap malam
Salah satu hadiah terbaik istri
Suami bekerja berpeluh, sangat berusaha
Menghadiahkan tiket dan tempat
Haji atau umrah bersama
Bersama bergandengan saat tawaf
Berlari bersama saat sa’i
Bersimpuh bersama depan ka’bah
Memohon dan bermunajat bersama
Agar bahtera keluarga berkah
Cinta mereka berdua
Tidak selesai begitu saja
Terpisah oleh maut
Tapi cinta abadi bersama
Di surga tertinggi Firdausil A’la
Karena cinta sejati
Bukan sehidup semati
Tetapi sehidup se-sesurga
Cinta karena Allah
Itulah yang abadi
ู ุง ูุงู ููู ุฃุจูู
“Apa-apa yang karena Allah, akan kekal”
Semoga dengan hadiah tersebut
Cinta semakin berlipat
Dalam hadits,
๏บَ๏ปฌَ๏บ๏บฉُ๏ปญْ๏บ ๏บَ๏บคَ๏บ๏บُّ๏ปฎْ๏บ
“Saling memberi hadiah-lah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai.” (Al-Adabul Mufrad no.594)
@ Gemawang, Yogyakarta Tercinta
Penyusun: Al-Ustรขdz Raehanul Bahraen
[Sumber: https://muslimafiyah.com/hadiah-terbaik-untuk-istri.html ]
•═════◎◎۩❁۩◎◎═════•
Broadcasted by Islam itu Indah
- web : http://islamituindah.id
- Instagram: @islamituindah.id
- Line: https://line.me/R/ti/p/%40zqi4170x
- Telegram channel: @islamindah.
Cintai dan Ikutin Ulama
Cinta Ulama Tidak Berarti Fanatik Buta
Syaikh Al-'Allamah Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i berkata:
ใ ค
ุฃููุง ูุญุจ ุนูู ุงุกูุง ุญุจุงً ุดุฑุนูุงً ، ููุง ูููุฏูู ، ููุง ูุชุนุตุจ ููู : " ุงุชَّุจِุนُูุง ู َุง ุฃُْูุฒَِู ุฅَُِْูููู ْ ู ِْู ุฑَุจُِّูู ْ ََููุง ุชَุชَّุจِุนُูุง ู ِْู ุฏُِِููู ุฃََِْูููุงุกَ ًَِููููุง ู َุง ุชَุฐََّูุฑَُูู "
ใ ค
"Sesungguhnya kami mencintai para Ulama dengan kecintaan yang syar'i. Kami tidak taqlid dan tidak pula fanatik terhadap individu di antara mereka. Allah berfirman, "Ikutilah wahyu yang telah diturunkan kepada kalian dari Robb kalian. Dan janganlah kalian mengikuti pelindung-pelindung selain Allah, amat sedikit apa yang kalian ingat."
ใ ค
ููู ููุฌุฏ ูู ุนุตุฑ ุงูุตุญุงุจุฉ ุจูุฑูุงً ููุง ุนู ุฑูุงً ุจู ุนูู ุฃูู ูุฃุฎุฐ ุจุฌู ูุน ุฃููุงู ุฃุจู ุจูุฑ ููุชุนุตุจ ูู ، ุฃู ุจุฃููุงู ุนู ุฑ ููุชุนุตุจ ูู
ใ ค
Tidak didapati di masa shohabat sekte "Bakriyyan", tidak pula sekte "Umariyyan", yaitu mengambil perkataan Abu Bakr seluruhnya, atau mengambil perkataan 'Umar seluruhnya dalam rangka fanatik.
ใ ค
ููุญู ูู ุง ูููุง ุฃูู ุงูุณูุฉ ูุญุจ ุนูู ุงุกูุง ุญุจุงً ุดุฑุนูุงً ، ููุง ูุฑุถู ูุฃุญุฏٍ ุฃู ูุชููุตูู ، ููู ู ุง ูููุฏูู ، ุงูุชูููุฏ ุญุฑุงู : " َููุง ุชَُْูู ู َุง َْููุณَ ََูู ุจِِู ุนِْูู ٌ "
ใ ค
Maka kami Ahlussunnah mencintai para Ulama sunnah dengan kecintaan yang syar'i dan kami tidak ridho terhadap seorangpun yang merendahkan mereka. Kendati demikian, tidak berarti kami taqlid kepada para Ulama, karena taqlid buta itu harom. Allah berfirman, "Janganlah kamu mengikuti sesuatu yang engkau tidak memiliki ilmu tentangnya." (Audio Al-Ajwibatul 'Ilmiyyah 'alal As'ilah Al-Wushobiyyah secara ringkas)
ใ ค
Nasehat beliau rohimahullah mengajak kita agar lebih ilmiyyah dan proposional tatkala menyikapi perbedaan pendapat di antara Ulama. Seorang penuntut ilmu dituntut mengikuti dalil dan bukti penjelasan. Tidak sepantasnya fanatik terhadap sebagian Ulama lalu merendahkan Ulama sunnah yang lain. Inilah sesungguhnya yang menjadi sebab fitnah di antara para pemuda, nas'alullaah as-salaamah wal 'aafiyah.
ใ ค
____
ใ ค
ใ ค
Al-Ustรขdz Fikri Abul Hasan
ใ ค
ใ ค
[Sumber: http://manhajul-haq.blogspot.co.id/2018/01/cinta-ulama-tidak-berarti-fanatik.html?m=1 ]
•═════◎◎۩❁۩◎◎═════•
Broadcasted by Islam itu Indah
- web : http://islamituindah.id
- Instagram: @islamituindah.id
- Line: https://line.me/R/ti/p/%40zqi4170x
- Telegram channel: @islamindah.
Syaikh Al-'Allamah Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i berkata:
ใ ค
ุฃููุง ูุญุจ ุนูู ุงุกูุง ุญุจุงً ุดุฑุนูุงً ، ููุง ูููุฏูู ، ููุง ูุชุนุตุจ ููู : " ุงุชَّุจِุนُูุง ู َุง ุฃُْูุฒَِู ุฅَُِْูููู ْ ู ِْู ุฑَุจُِّูู ْ ََููุง ุชَุชَّุจِุนُูุง ู ِْู ุฏُِِููู ุฃََِْูููุงุกَ ًَِููููุง ู َุง ุชَุฐََّูุฑَُูู "
ใ ค
"Sesungguhnya kami mencintai para Ulama dengan kecintaan yang syar'i. Kami tidak taqlid dan tidak pula fanatik terhadap individu di antara mereka. Allah berfirman, "Ikutilah wahyu yang telah diturunkan kepada kalian dari Robb kalian. Dan janganlah kalian mengikuti pelindung-pelindung selain Allah, amat sedikit apa yang kalian ingat."
ใ ค
ููู ููุฌุฏ ูู ุนุตุฑ ุงูุตุญุงุจุฉ ุจูุฑูุงً ููุง ุนู ุฑูุงً ุจู ุนูู ุฃูู ูุฃุฎุฐ ุจุฌู ูุน ุฃููุงู ุฃุจู ุจูุฑ ููุชุนุตุจ ูู ، ุฃู ุจุฃููุงู ุนู ุฑ ููุชุนุตุจ ูู
ใ ค
Tidak didapati di masa shohabat sekte "Bakriyyan", tidak pula sekte "Umariyyan", yaitu mengambil perkataan Abu Bakr seluruhnya, atau mengambil perkataan 'Umar seluruhnya dalam rangka fanatik.
ใ ค
ููุญู ูู ุง ูููุง ุฃูู ุงูุณูุฉ ูุญุจ ุนูู ุงุกูุง ุญุจุงً ุดุฑุนูุงً ، ููุง ูุฑุถู ูุฃุญุฏٍ ุฃู ูุชููุตูู ، ููู ู ุง ูููุฏูู ، ุงูุชูููุฏ ุญุฑุงู : " َููุง ุชَُْูู ู َุง َْููุณَ ََูู ุจِِู ุนِْูู ٌ "
ใ ค
Maka kami Ahlussunnah mencintai para Ulama sunnah dengan kecintaan yang syar'i dan kami tidak ridho terhadap seorangpun yang merendahkan mereka. Kendati demikian, tidak berarti kami taqlid kepada para Ulama, karena taqlid buta itu harom. Allah berfirman, "Janganlah kamu mengikuti sesuatu yang engkau tidak memiliki ilmu tentangnya." (Audio Al-Ajwibatul 'Ilmiyyah 'alal As'ilah Al-Wushobiyyah secara ringkas)
ใ ค
Nasehat beliau rohimahullah mengajak kita agar lebih ilmiyyah dan proposional tatkala menyikapi perbedaan pendapat di antara Ulama. Seorang penuntut ilmu dituntut mengikuti dalil dan bukti penjelasan. Tidak sepantasnya fanatik terhadap sebagian Ulama lalu merendahkan Ulama sunnah yang lain. Inilah sesungguhnya yang menjadi sebab fitnah di antara para pemuda, nas'alullaah as-salaamah wal 'aafiyah.
ใ ค
____
ใ ค
ใ ค
Al-Ustรขdz Fikri Abul Hasan
ใ ค
ใ ค
[Sumber: http://manhajul-haq.blogspot.co.id/2018/01/cinta-ulama-tidak-berarti-fanatik.html?m=1 ]
•═════◎◎۩❁۩◎◎═════•
Broadcasted by Islam itu Indah
- web : http://islamituindah.id
- Instagram: @islamituindah.id
- Line: https://line.me/R/ti/p/%40zqi4170x
- Telegram channel: @islamindah.
Subscribe to:
Posts (Atom)
